-->
×

Iklan

Tag Terpopuler

KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CONTOH HIDUP TOLERANSI ANTAR-UMAT BERAGAMA

Kamis, 05 Maret 2026 | Maret 05, 2026 WIB Last Updated 2026-03-06T19:00:39Z


Cimahi, (Suaramuda news.com) , - Di Kampung Adat Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, toleransi antar-umat beragama menjadi contoh hidup yang nyata. Penganut kepercayaan Sunda Wiwitan dan Umat Islam hidup berdampingan, saling menghormati dan menghargai perbedaan.(5/3/2026)


Abah Widi, sesepuh Kampung Adat Cireundeu, mengatakan bahwa mereka selalu mengedepankan sikap saling menghormati, meskipun berbeda keyakinan. "Kami saling menghormati satu ajaran dengan ajaran agama yang lainnya. Jadi masyarakat adat di sini meskipun tidak puasa, tapi menjaga etika dan menghormati yang puasa," ujarnya.


Kampung Adat Cireundeu diperkirakan sudah ada sejak abad ke-16, dan keberadaannya dikuatkan dengan penelitian adanya batu penyanggah rumah saat itu. Abah Widi meyakini bahwa kepercayaan Sunda Wiwitan sudah ada sejak itu, dan diteruskan oleh para anak, cucu hingga cicitnya.


Dalam menjalankan ritual keagamaan, baik warga yang beragama muslim maupun mereka penganut Sunda Wiwitan sama sekali tak pernah saling mengganggu maupun terganggu. Setiap penganut agama, berhak menjalankan ritual dengan aman dan nyaman.


Abah Widi menuturkan bahwa apa yang terjadi pada warga Kampung Adat Cireundeu merupakan definisi dari 'Silih Ajenan' atau saling menghormati. "Kalau dalam bahasa Sunda itu istilahnya 'Teu meunang sirik pidik jail kaniaya'. Jadi enggak boleh iri, dengki, usil, dan zalim dengan sesama. Kita harus saling menghormati," ujarnya. (Renie)