CIMAHI, (SuaraMudanews.com) , – Kushin Ryu Karate-Do Indonesia (KKI) Kota Cimahi kembali menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) sebagai tolok ukur hasil pembinaan atlet. Sebanyak 149 peserta dari sabuk putih Q7 hingga tingkat lanjutan mengikuti ujian di halaman Gedung B Pemkot Cimahi, Kegiatan ini juga didampingi Tim Medis dr. Balen Aruan. (13/9/2026)
Ketua KKI Kota Cimahi, Tumpal Sahala Sinaga, S.E., S.H., menegaskan UKT adalah program wajib untuk memastikan kelayakan karateka naik tingkat.
“Ujian kenaikan tingkat ini kita lakukan untuk mengukur hasil latihan mereka. Ada proses yang harus dilalui sebelum seorang kohai dinyatakan layak naik tingkat. Ini program khusus dan wajib dilaksanakan KKI Cimahi,” ujar Sahala.
Materi ujian disesuaikan tingkatan. Untuk pemula fokus pada kebugaran dan teknik dasar. Untuk tingkat lanjut diuji strategi, penguasaan gerakan, dan kesiapan mental.
“Semakin tinggi tingkatannya, tentu yang diuji bukan hanya teknik. Ada strategi, kemampuan, penguasaan gerakan dan yang tidak kalah penting adalah kesiapan mental,” katanya.
UKT kali ini menjadi bukti sinergi pembinaan karate di Kota Cimahi. KKI berkolaborasi dengan Dojo Sawanori Dinas Jasmani Angkatan Darat dan FORKI Kota Cimahi, mulai dari pelatih hingga penguji.
“Kita kolaborasi untuk ujiannya. Pelatihnya kita kolaborasi, pengujinya juga kita kolaborasi,” jelas Sahala.
Ia juga mengapresiasi dukungan FORKI Kota Cimahi dan Pemkot Cimahi yang memfasilitasi lokasi.
“KKI itu bagian dari FORKI. Terima kasih kepada Ketua FORKI Kota Cimahi yang sangat mendukung acara ini. Kenapa harus di Pemkot? Karena pemerintah sangat mendukung pelaksanaan acara ini,” tegasnya.
Perwakilan FORKI yang hadir juga memantau bibit atlet. Sahala menyebut KKI Cimahi terbukti mendominasi pengiriman atlet untuk seleksi di tingkat Polda Jawa Barat.
“Alhamdulillah, didominasi oleh KKI juga. Ini bentuk komitmen KKI mendukung FORKI Kota Cimahi,” katanya.
Saat ini 5 atlet KKI Cimahi dikirim untuk seleksi tingkat Jawa Barat. Selanjutnya, KKI memasang target tinggi pada Kejuaraan Karate Piala Wali Kota Cimahi Oktober 2026.
“Target kita pertama adalah bagaimana KKI Cimahi bisa menjadi juara di kejuaraan perebutan Piala Wali Kota Cimahi Oktober nanti,” kata Sahala.
Lebih dari target lokal, KKI Cimahi memiliki visi mendunia. Pesan dari Sensei Sawanori Matsuzaki, Ketua MSH Kushin Ryu Dunia, menjadi arah pembinaan.
“Ia menyampaikan KKI Cimahi harus ada, Cimahi harus ada di dunia. Ini pekerjaan tidak gampang, tapi kami berupaya apa pun caranya. Mudah-mudahan KKI Cimahi dari Cimahi bisa mendunia,” tegas Sahala.
Sensei Sawanori Matsuzaki juga menyampaikan apresiasi.
“Terima kasih kepada semua guru, pelatih, terutama pengurus FORKI dan KKI atas terlaksananya ujian ini. Luar biasa ujian di Kota Cimahi ini. Semoga lancar hingga akhir ujian. Kunci keberhasilan adalah disiplin. Semoga ada yang bisa sampai menjadi juara dunia,” pungkasnya.
Sahala menambahkan, pembinaan di tingkat kota hanya sampai sabuk cokelat. Untuk sabuk hitam ke atas menjadi ranah pembinaan provinsi.
“Jadi di cabang kita perkenalkan dulu, kita uji, nanti untuk dipoles lebih tajam lagi di provinsi,” jelas Sahala.( Renie)




