CIMAHI , (suaramudamews.com) , - Anggota DPRD Kota Cimahi, Bambang, menggelar kegiatan reses di RW 04 Kelurahan Cigugur Tengah, Minggu . Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja pembangunan infrastruktur sekaligus menyelaraskan program prioritas pemerintah pusat dan daerah dengan kebutuhan masyarakat di tingkat RW.(30/08/2026)
Dalam keterangannya, Bambang memaparkan capaian hasil reses pertama yang telah terealisasi di lapangan. Beberapa program yang telah berjalan di antaranya pembangunan infrastruktur pemukiman berupa pengaspalan dan pembangunan jalan setapak, pemasangan paving block, serta peningkatan fasilitas penerangan melalui pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Pintu PJU (PJG) di wilayah pemukiman warga.
“Seluruh program tersebut telah terealisasi nyata dan laporannya sudah kami terima dari dinas-dinas terkait,” tegas Bambang di hadapan warga.
Selain evaluasi pembangunan, dalam reses kali ini Bambang juga menyampaikan arahan dari DPP Partai Gerindra untuk meluruskan informasi yang keliru di masyarakat. Fokus sosialisasi diarahkan pada dua hal utama, yaitu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembenahan data penerima bantuan sosial (bansos).
Mengenai Program MBG, Bambang memastikan pemerintah pusat berkomitmen untuk tidak menghentikan program tersebut.
“Program Makan Bergizi Gratis ini ditujukan untuk menyiapkan masa depan generasi muda. Program ini sudah terbukti sukses di negara-negara maju seperti Korea Selatan, Jepang, dan Cina dalam meningkatkan kecerdasan serta kesehatan fisik anak,” ujarnya.
Terkait pembenahan data bansos, Bambang menekankan pentingnya revisi data penerima bantuan APBN seperti PIP, KIP, dan BLT mulai dari tingkat RT, RW, hingga kelurahan agar penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran.
Menanggapi data desil di Kota Cimahi yang mencapai sekitar 19.000 penerima, Bambang mengimbau pengurus RT/RW, PKK, dan tokoh masyarakat untuk aktif mengawal pembaruan data warga di wilayah masing-masing.
Ia juga menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait batasan penghasilan dalam penetapan kategori desil.
“Pengelompokan desil dari Desil 1–4 untuk penerima bantuan, hingga Desil 7–9 untuk kategori mampu, tujuannya agar alokasi anggaran APBN tepat sasaran bagi warga yang paling membutuhkan,” jelas Bambang.
Kegiatan reses ditutup dengan sesi dialog dan penyerapan aspirasi warga RW 04 Cigugur Tengah terkait kebutuhan pembangunan ke depan.
Reses merupakan masa wajib bagi anggota DPRD untuk turun langsung ke daerah pemilihan, menyerap aspirasi, dan menyampaikan informasi terkait program pemerintah kepada masyarakat.(Renie)

