-->

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Wali Kota Ngatiyana serahkan santunan Rp147 juta kepada ahli waris Linmas dan dorong pemberdayaan ekonomi berkelanjutan

Selasa, 18 Agustus 2026 | Agustus 18, 2026 WIB Last Updated 2026-08-19T04:58:06Z

 



CIMAHI – (suaramudanews.com) , -Pemerintah Kota Cimahi kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan sosial sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi bersama BPJS Ketenagakerjaan dan perbankan dalam acara Penyerahan Santunan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Peluncuran Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA) yang digelar di Ballroom Mal Pelayanan Publik Cimahi. (18/8/2026)


Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Cimahi, Asisten III Pemkot Cimahi, jajaran BPJS Ketenagakerjaan, perwakilan perbankan, serta tamu undangan lainnya.


Dalam sambutannya, Wali Kota Ngatiyana mengapresiasi konsistensi BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan kepada pekerja dan keluarganya. Ia menegaskan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan adalah bentuk nyata kehadiran negara saat masyarakat menghadapi risiko.


“Ngatiyana juga merasa bangga karena kita menyaksikan bersama penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan. Ini merupakan bentuk nyata perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat, khususnya para pekerja,” ujarnya.


Salah satu santunan diserahkan kepada ahli waris anggota Linmas yang meninggal dunia saat menjalankan tugas. Ahli waris menerima santunan kematian sebesar Rp40 juta, sementara putrinya memperoleh manfaat beasiswa pendidikan senilai sekitar Rp105 juta. Total manfaat yang diterima keluarga mencapai sekitar Rp147 juta.


“Anggota Linmas yang meninggal dunia dalam menjalankan tugas. Karena sudah terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan, maka hak perlindungannya dapat diberikan kepada keluarga,” jelas Ngatiyana.


Ia menegaskan, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi Linmas, pengurus RW, dan kelompok pekerja lainnya merupakan bagian dari komitmen Pemkot Cimahi untuk memperluas jangkauan perlindungan sosial. Dengan adanya jaminan tersebut, keluarga pekerja diharapkan tidak semakin terpuruk secara ekonomi ketika kehilangan pencari nafkah akibat musibah.


Selain perlindungan, Pemkot Cimahi juga mendorong pemberdayaan ekonomi melalui *Program PEKA*. Program ini diarahkan agar penerima manfaat tidak hanya menerima bantuan sesaat, tetapi juga mendapatkan akses, pelatihan, dan pendampingan untuk meningkatkan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.


“Pemberdayaan ekonomi ini penting agar masyarakat memiliki masa depan yang lebih baik. Termasuk berbagai program ekonomi kerakyatan dan perumahan yang nantinya dapat membantu meringankan beban masyarakat,” kata Ngatiyana.


Ia menilai pendampingan adalah kunci agar bantuan memberikan dampak jangka panjang. Masyarakat didorong untuk mengembangkan potensi, membangun usaha, serta mengelola ekonomi keluarga secara lebih produktif dan mandiri.


Dalam kesempatan itu, Pemkot Cimahi juga menyampaikan perhatian khusus kepada pekerja yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Kolaborasi lintas lembaga diharapkan menjadi jembatan agar mereka memiliki peluang baru untuk bangkit dan menata masa depan.


“Semoga apa yang dipaparkan dan diberikan hari ini, termasuk bantuan tabungan dan program pemberdayaan ekonomi, dapat memberikan semangat serta membuka masa depan yang baru bagi masyarakat Kota Cimahi,” tutur Ngatiyana.


Pemkot Cimahi menegaskan bahwa kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dan perbankan tidak berhenti pada seremoni. Program perlindungan pekerja dan pemberdayaan ekonomi akan terus diperluas agar semakin banyak warga yang terlindungi dari risiko sekaligus memiliki kesempatan membangun kemandirian ekonomi.


“Dengan sinergi tersebut, Pemkot Cimahi menargetkan perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi berjalan beriringan. Masyarakat bukan hanya terlindungi ketika menghadapi musibah, tetapi juga memiliki ruang untuk bangkit, produktif, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan,” tandas Ngatiyana.(Renie)