-->

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Bekas Sawah Disulap Jadi Rumdin, Cimahi Stop Sewa Rumah Jabatan Setelah 5 Periode

Rabu, 08 April 2026 | April 08, 2026 WIB Last Updated 2026-04-25T11:36:22Z

Kota Cimahi, (Suaramuda News.com). – Pemerintah Kota Cimahi resmi memulai pembangunan Rumah Dinas Wali Kota dan Wakil Wali Kota di Jalan Aruman. Proyek ini jadi sorotan karena berdiri di atas lahan bekas sawah seluas 2.300 meter persegi yang menuntut penanganan teknis ekstra hati-hati.


Ketua Komisi III DPRD Kota Cimahi Asep Rukmansyah menyebut tahap awal 2025 difokuskan pada penguatan struktur dasar. Prioritas utama adalah pemadatan tanah serta pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) untuk menjamin keamanan konstruksi jangka panjang.


“Kita tidak mau gegabah. Lahan bekas sawah harus ditangani serius, mulai dari cut and fill hingga pengurugan, supaya tidak terjadi pergeseran tanah di kemudian hari,” tegas Asep saat meninjau lokasi, Rabu 8 April 2026.


Asep menegaskan pembangunan ini langkah strategis mengakhiri tradisi sewa rumah jabatan yang sudah berlangsung hampir lima periode. Selama ini, Pemkot Cimahi rutin mengalokasikan anggaran untuk mengontrak kediaman kepala daerah.


“Selama ini kita mengontrak, itu pemborosan. Dengan membangun aset sendiri, ke depan tidak ada lagi anggaran sewa. Dananya bisa dialihkan langsung untuk kebutuhan masyarakat,” ujarnya.


Proyek yang mulai dirintis sejak era Penjabat Wali Kota Diki Sahromi ini diharapkan mengubah arah belanja daerah: dari belanja rutin sewa menjadi investasi aset jangka panjang.


Meski tantangan lahan cukup besar, anggaran tahap awal justru diefisienkan. Dari rencana awal Rp12,5 miliar, anggaran disesuaikan menjadi Rp3,9 miliar. Penyesuaian ini mengikuti Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja daerah, namun tanpa mengorbankan fokus teknis di lapangan.


Berbeda dari daerah lain, rumah dinas Cimahi dirancang unik: menyatukan kediaman Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam satu kawasan. Konsep ini disebut Asep sebagai simbol “duet maut” yang menggambarkan kekompakan pimpinan daerah.


Tak hanya hunian, kawasan ini juga akan dilengkapi pendopo terbuka. Fungsinya disiapkan sebagai ruang aspirasi warga, bukan sekadar tempat seremonial. Warga bisa menyampaikan keluhan dan masukan langsung kepada kepala daerah.


Komisi III DPRD memastikan akan mengawal ketat progres fisik dan administratif proyek ini. Targetnya, pembangunan rampung penuh pada tahun anggaran 2026 sehingga wali kota terpilih bisa langsung menempati dan fokus melayani masyarakat.


Dengan dimulainya pembangunan ini, Pemkot Cimahi menegaskan komitmen efisiensi sekaligus memperkuat fondasi aset daerah. Bekas sawah di Jalan Aruman kini disiapkan menjadi pusat kepemimpinan baru yang kokoh, efisien, dan terbuka untuk warga. (Renie)