CIMAHI, (Suaramudanews.com) – Pemerintah Kota Cimahi memperkuat komitmen pencegahan korupsi melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan Gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi Tahun 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Aula Gedung A Pemerintah Kota Cimahi, dan diikuti oleh seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Cimahi.(1/10/2026)
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, dalam sambutannya mendorong seluruh kepala perangkat daerah untuk mendukung penuh pelaksanaan pengawasan internal yang dilakukan oleh Inspektorat Kota Cimahi, termasuk melalui keterbukaan informasi dan kerja sama aktif dalam setiap tugas pengawasan.
Ia menegaskan, komitmen antikorupsi harus dimulai dari level pimpinan dan menjadi budaya kerja bersama.
"Jangan pernah berikan celah sedikit pun untuk bibit-bibit korupsi tumbuh dan berkembang di tengah kita," tegas Ngatiyana.
Menurutnya, integritas adalah kunci utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Tanpa integritas, pelayanan publik dan pembangunan tidak akan berjalan optimal.
Sementara itu, Inspektur Kota Cimahi, Risnandar, menyampaikan bahwa sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap bahaya gratifikasi.
Ia menjelaskan, gratifikasi yang tidak dilaporkan dan tidak dikendalikan berpotensi berkembang menjadi konflik kepentingan hingga praktik suap.
"Sosialisasi ini untuk memperkuat kesadaran ASN. Gratifikasi kecil yang dibiarkan bisa menjadi pintu masuk korupsi yang lebih besar," ujar Risnandar.
Penguatan integritas tersebut juga berkaitan erat dengan upaya peningkatan capaian tata kelola pemerintahan. Berdasarkan laporan Inspektorat, hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Kota Cimahi tahun 2025 tercatat sebesar 77,01 atau masih berada dalam kategori waspada.
Capaian tersebut menjadi catatan penting bagi Pemkot Cimahi untuk terus melakukan perbaikan dan penguatan sistem pencegahan korupsi secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemkot Cimahi berharap pemahaman ASN mengenai pencegahan gratifikasi semakin meningkat, sekaligus memperkuat pengawasan internal dan membangun budaya integritas di seluruh perangkat daerah.
Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga kepercayaan masyarakat serta mendukung terwujudnya pemerintahan Kota Cimahi yang bersih, transparan, dan akuntabel.(Renie)

