-->

Notification

×

Iklan

Tag Terpopuler

Ngatiyana Dorong Zakat ASN Dioptimalkan, Potensi 7.000 PNS Cimahi Diharap Naik 2 Kali Lipat

Kamis, 08 Oktober 2026 | Oktober 08, 2026 WIB Last Updated 2026-10-08T06:44:46Z

 



CIMAHI, (Suaramudanews.com) – Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn) Ngatiyana, S.A.P., secara resmi membuka kegiatan verifikasi faktual seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cimahi periode 2026–2031.


Kegiatan yang berlangsung di Aula Pemkot Cimahi tersebut turut dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI, Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Sekretaris Daerah Kota Cimahi, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemkot Cimahi.(08/10/2026)


Dalam sambutannya, Ngatiyana menyampaikan apresiasi kepada tim seleksi yang telah mengawal seluruh tahapan seleksi dengan profesional dan transparan, mulai dari seleksi administrasi, tes CAT, penulisan makalah, hingga tahap wawancara.


Seleksi tahap verifikasi faktual ini diikuti oleh 10 orang kandidat terbaik yang telah lolos tahapan sebelumnya.


"Tahapan ini merupakan momen krusial untuk memastikan bahwa calon pimpinan BAZNAS Kota Cimahi benar-benar memiliki integritas, kapabilitas, dan kredibilitas yang tinggi," ujar Ngatiyana.


Ia menegaskan, peran BAZNAS bukan hanya sekadar pengelola dana umat, melainkan merupakan instrumen keagamaan dan mitra strategis pemerintah daerah dalam upaya mengentaskan kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Menurut Ngatiyana, BAZNAS memiliki posisi vital sebagai jembatan antara muzaki dan mustahik, sehingga kepemimpinannya harus diisi oleh figur yang amanah dan memiliki visi pemberdayaan.


Ngatiyana menjelaskan, dari 10 peserta yang mengikuti verifikasi faktual, nantinya akan ditetapkan 5 orang pimpinan terpilih yang terdiri dari 1 ketua dan 4 wakil ketua BAZNAS Kota Cimahi periode 2026-2031.


Ia berharap, pimpinan baru yang terpilih nantinya mampu melahirkan program-program pendistribusian zakat yang lebih inovatif dan berorientasi pada pemberdayaan produktif, bukan hanya sekadar bantuan konsumtif.


"Zakat harus mampu mengangkat mustahik menjadi muzaki. Programnya harus memberdayakan, membuat masyarakat mandiri secara ekonomi," tegasnya.


Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyoroti pentingnya optimalisasi zakat dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Cimahi.


Ia mendorong seluruh ASN untuk lebih disiplin dan ikhlas dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS. Dengan jumlah sekitar 7.000 PNS di Kota Cimahi, Ngatiyana menilai potensi penerimaan zakat masih sangat besar dan diharapkan dapat meningkat hingga dua kali lipat.


Selain itu, Ngatiyana juga menyatakan dukungannya terhadap revisi atau pembaruan Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait pengelolaan zakat, guna memberikan kepastian hukum, kemudahan operasional, dan penguatan kelembagaan BAZNAS.


Di akhir sambutannya, Wali Kota Cimahi berharap pimpinan BAZNAS terpilih nantinya dapat segera bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Cimahi dalam mewujudkan kemandirian ekonomi umat dan kesejahteraan masyarakat Kota Cimahi secara menyeluruh.(Renie)